WAKIL MENTERI PKP FAHRI HAMZAH BAHAS TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PERUMAHAN PEKERJA BERBASIS ESG DI UNIVERSITAS BATAM
BATAM – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, S.E., hadir sebagai pemateri dalam kuliah umum bertema “Tantangan dan Peluang Pengembangan Perumahan Pekerja Berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG)” di Rumengan Hall, Universitas Batam, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk membahas tantangan dan peluang penyediaan perumahan pekerja yang layak, sekaligus mendorong perencanaan kawasan hunian yang berkelanjutan.
Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Universitas Batam yang turut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Universitas Batam dan The HUD Institute. Kehadiran Fahri Hamzah diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika mengenai isu perumahan dan kawasan permukiman serta keterkaitannya dengan pembangunan nasional.
Dalam pemaparannya, Fahri Hamzah membahas tantangan dan peluang pengembangan perumahan pekerja, terutama dalam mendorong penyediaan hunian yang layak dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Pembahasan ini juga menyoroti pentingnya pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengembangan perumahan, yang mencakup aspek kelestarian lingkungan, kesejahteraan sosial, dan tata kelola yang baik.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pandangan serta memperdalam pemahaman mengenai isu perumahan pekerja. Forum ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam melihat peluang pengembangan perumahan yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan wilayah.
Sebelum kuliah umum berlangsung, Rektor Universitas Batam, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan sambutan mengenai pentingnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penyediaan perumahan bagi masyarakat. Ia berharap program pembangunan tiga juta rumah dapat terealisasi secara optimal. Menurutnya, Program Studi Magister Perencanaan Wilayah Universitas Batam juga berpotensi berkontribusi melalui kajian dan identifikasi wilayah untuk mendukung pengembangan perumahan yang tepat sasaran dan memperhatikan aspek lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pakar The HUD Institute, Muhammad Joni, S.H., M.H., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ruang pertukaran gagasan dan penguatan kolaborasi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya pemenuhan hak atas perumahan sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Fahri Hamzah juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama antara Universitas Batam dan The HUD Institute. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong Universitas Batam menjadi pusat kajian perumahan dan perkotaan di Batam dan Kepulauan Riau, sehingga perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penelitian, pengembangan gagasan, serta rekomendasi kebijakan yang mendukung penyediaan perumahan layak dan pembangunan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
Melalui kuliah umum ini, Universitas Batam berharap wawasan yang disampaikan Wakil Menteri PKP dapat memperkaya pemahaman mahasiswa dan sivitas akademika mengenai tantangan kebijakan perumahan, khususnya perumahan pekerja berbasis ESG. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mendukung perencanaan kawasan hunian yang layak, inklusif, dan berkelanjutan.