IKRAR DOKTER MUDA FK UNIBA: AWAL PENGABDIAN DENGAN ILMU DAN EMPATI
Batam, 30 September 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Batam melaksanakan Ikrar Janji Dokter Muda (S1) Tahun Akademik Genap 2025/2026 bertempat di Gedung Rumengan Hall, Universitas Batam. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam tahapan pendidikan kedokteran sebelum para mahasiswa memasuki pendidikan klinik dan berhadapan secara langsung dengan pasien.
Ikrar Janji Dokter Muda diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Batam yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan sebelumnya. Melalui prosesi ini, para dokter muda dipersiapkan untuk memasuki lingkungan klinik sekaligus mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam menerapkan ilmu kedokteran dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural di lingkungan Universitas Batam dan diisi dengan arahan dari Rektor Universitas Batam, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dr. Fachrul Jamal, Sp.An-KIC.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Batam menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), menjadi salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh dokter di masa depan.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap profesi dokter. Teknologi dapat menjadi alat yang membantu pekerjaan manusia, tetapi aspek kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan tetap membutuhkan peran dokter.
“Dokter sekarang tantangannya AI. Kalau teknik mungkin bisa banyak dibantu oleh mesin, tetapi kalau manusia akan selalu diperlukan,” ujar Rektor Universitas Batam.
Rektor juga mengajak para dokter muda untuk melihat perkembangan dunia kesehatan dalam perspektif yang lebih luas. Ia menyinggung peningkatan usia harapan hidup masyarakat Indonesia sebagai salah satu gambaran dari perkembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan.
Dalam memasuki tahap klinik, Rektor berpesan agar para dokter muda tidak hanya berfokus pada pembelajaran dari dokter, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit.
“Ketika Anda berada di rumah sakit, bergaullah dengan perawat, dokter senior, dan seluruh tenaga kesehatan dengan baik agar Anda bisa mendapatkan ilmu,” pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dr. Fachrul Jamal, Sp.An-KIC, menyampaikan bahwa Ikrar Janji Dokter Muda bukan sekadar sebuah prosesi, tetapi menjadi penanda dimulainya tahapan penting dalam perjalanan pendidikan kedokteran.
Ia menjelaskan bahwa para mahasiswa telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan dan selanjutnya akan memasuki lingkungan klinik yang memberikan pengalaman lebih nyata mengenai kehidupan seorang dokter.
“Kalian sudah selesai menyelesaikan satu tahapan kedokteran. Hari ini adalah awal perjalanan penting sebagai dokter. Saudara akan memasuki tempat klinik yang akan menunjukkan keaslian kehidupan,” ujar dr. Fachrul.
Menurutnya, proses pendidikan yang telah dilalui sebelumnya merupakan tahap persiapan. Ketika memasuki pendidikan klinik, para dokter muda akan berhadapan langsung dengan pasien dan berbagai kondisi nyata yang membutuhkan penerapan ilmu, kemampuan komunikasi, serta empati.
“Menjadi dokter bukan hanya seberapa banyak ilmu yang kalian kuasai, tetapi seberapa banyak ilmu tersebut dapat digunakan dengan empati dan kemanusiaan,” tegasnya.
Dr. Fachrul juga mengingatkan bahwa pasien tidak boleh dipandang hanya sebagai objek pembelajaran. Setiap pasien merupakan manusia yang memiliki keluarga, harapan, serta ketakutan ketika menghadapi kondisi kesehatan.
“Pasien bukan sekadar objek pembelajaran. Mereka adalah manusia yang memiliki keluarga dan harapan serta sedang dalam rasa takut. Kita memiliki tugas untuk menenangkan.”
Selain kompetensi keilmuan dan keterampilan klinis, para dokter muda juga diingatkan mengenai tanggung jawab moral dan profesional yang menyertai perjalanan mereka sebagai calon dokter.
Ikrar yang diucapkan menjadi awal dari tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada pasien tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial. Para dokter muda juga diharapkan senantiasa menjaga sikap, etika, serta nama baik almamater selama menjalani pendidikan klinik maupun ketika memasuki dunia profesi.
Melalui pelaksanaan Ikrar Janji Dokter Muda ini, Fakultas Kedokteran Universitas Batam terus mendorong lahirnya calon dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan empati, tanggung jawab, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Tahap pendidikan klinik selanjutnya menjadi ruang bagi para dokter muda untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari sekaligus belajar dari pengalaman nyata di lapangan, berinteraksi dengan pasien dan keluarga, serta berkolaborasi dengan berbagai tenaga kesehatan.
Dengan demikian, perjalanan mereka sebagai dokter muda tidak hanya menjadi proses untuk memperoleh pengalaman klinis, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan tanggung jawab sebagai insan kesehatan yang kelak hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.