Berita

UNIVERSITAS BATAM GELAR YUDISIUM DAN IKRAR JANJI DOKTER MUDA

Batam, 6 Mei 2026 – Universitas Batam menyelenggarakan prosesi Yudisium dan Ikrar Janji Dokter Muda pada Rabu (6/5/2026) di Rumengan Hall Universitas Batam. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan tahap akademik dan bersiap memasuki tahap profesi (koas).

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Batam, di antaranya Wakil Rektor I, Bapak Prof. Dr. Ir. H. Chablullah Wibisono, M.M.; Wakil Rektor III, Bapak Dr. Mohammad Gita Indrawan, S.T., M.M.; Sekretaris Yayasan Griya Husada, Bapak Faris Ramadhan, S.Ak., M.Ak.; Sekretaris LPPM, Bapak Raymond, S.E., M.Sc.; Dekan Fakultas Kedokteran, Bapak dr. Fachrul Jamal, Sp.An., KIC; Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, Ibu dr. Sukma Sahreny, M.Gizi; Kepala Medical Education Unit (MEU), dr. Kasih Purwati; Sekretaris Medical Education Unit (MEU), Ibu Dr. Isramilda, S.Si., M.Si; Ka.Prodi S1 Pendidikan Dokter, Bapak dr. Adi Arianto, Sp.PA., M.Biomed., M.H., C.PML; Sekretaris Ka.Prodi S1 Pendidikan Dokter, dr Andi Ipaljri Saputra, M.Kes; Kepala Departemen Spesialis KKLP, Bapak Dr. dr. Dahlan Gunawan, SpKKLP, MKes, SH.MH, MM; GKM Gugus Kendali Mutu, Ibu dr. dhafina Fajri A, M.Biomed, AIFO-K.

Dalam sambutannya, dr. Fachrul Jamal, Sp.An., KIC menekankan bahwa perjalanan menjadi seorang dokter merupakan proses panjang yang terdiri dari tiga tahapan krusial. Beliau merincikan bahwa gelar Sarjana Kedokteran adalah fondasi knowledge, yang kemudian harus dilanjutkan dengan tahap profesi untuk mengasah skill klinis.

Beliau juga memberikan pesan khusus terkait tanggung jawab di lapangan. Para dokter muda diingatkan untuk menjaga fasilitas di rumah sakit pendidikan maupun jejaring afiliasi dengan penuh tanggung jawab. Pemahaman mendalam mengenai dinamika tiap departemen dan masalah kesehatan di rumah sakit menjadi kunci sebelum mereka resmi terjun menjalani koas.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I, Bapak Prof. Dr. Ir. H. Chablullah Wibisono, M.M. memberikan pembekalan mengenai sisi etis dan kemanusiaan dari profesi medis. Beliau menegaskan bahwa kedokteran adalah profesi mulia yang menuntut integritas tinggi.

Di tengah perkembangan penyakit yang semakin kompleks, Prof. Dr. Ir. H. Chablullah Wibisono, M.M juga mendorong para yudisiawan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dokter tidak boleh berhenti mengembangkan keilmuannya agar tetap relevan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Prosesi ini menjadi awal perjalanan pengabdian para lulusan sebagai dokter yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Selamat berjuang, Dokter Muda!